Tentang Website


Pendokumentasian hasil-hasil penelitian mengenai masyarakat, kebudayaan, dan biodiversitas di Tanah Papua sudah dilakukan oleh sejumlah lembaga. www.papuaweb.org yang berbasis di Australia National University (ANU) Canberra, misalnya, merupakan website paling komprehensif yang menyajikan laporan penelitian tesis dan disertasi tentang Papua yang dilakukan baik di Indonesia, Belanda, Australia, dan negara-negara lainnya. Sayangnya website tersebut tidak diupdate dalam sepuluh tahun terakhir. Websitenya lainnya adalah www.papuaerfgoed.nl yang berbasis di Belanda. Seperti halnya papuaweb.org, website ini khusus mendokumentasikan hasil-hasil penelitian para sarjana dan misionaris Belanda dan negara lainnya di Eropa terkait Tanah Papua dari sejak masa kolonial. Sayangnya banyak sekali hasil penelitian dituliskan dalam Bahasa Belanda dan sulit bagi para pembaca yang tidak menguasai kemampuan berbahasa tersebut.

Berkaitan dengan penyediaan informasi mengenai kajian Papua, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bermaksud untuk membuat website yang mendokumentaiskan hasil-hasil kegiatan penelitian satuan-satuan kerja di LIPI dan tulisan para peneliti LIPI terkait dengan Tanah Papua. Website tersebut juga berfungsi sebagai pangkalan data yang bersifat publik sehingga masyarakat luas dapat mengakses hasil-hasil penelitian tentang Papua yang dilakukan oleh para peneliti LIPI.

Penting untuk diketahui oleh publik dan masyarakat akademik bahwa satuan-satuan kerja di Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) – LIPI telah melakukan berbagai kajian dan riset mengenai persoalan sosial di Tanah Papua sejak tahun 1970-an. Kajian itu bervariasi dari persoalan politik dan konflik separatisme sampai ke persoalan kebudayaan. Kebanyakan kajian dan riset di LIPI lebih banyak mengambil topik marjinalisasi dan diskriminasi. Diantaranya adalah penelitian adat sebagai fondasi pengelolaan pesisir (PMB-LIPI), perubahan sosial demografi di Papua Barat dan marjinalisasi (P2K-LIPI, 2019), pengelolaan sumber daya hutan Papua (PMB-LIPI, 2019), dan bahasa-bahasa yang hampir punah (PMB-LIPI, 2017-2019). Penelitian mengenai Muslim Papua juga dilakukan (P2P-LIPI) yang merekomendasikan agar Tanah Papua menjadi daerah yang inklusif dan lebih toleran terhadap komunitas Muslim dan pendatang. Mereka berkontribusi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi maupun integrasi politik nasional. Riset ini berbeda dengan riset yang lain karena memfokuskan pada pendatang Muslim.

Topik lainnya yang paling banyak dikaji adalah kegagalam pembangunan di Tanah Papua. Sebagai contoh, kajian pembangunan infrastruktur (P2P, 2018-2019), persoalan pendidikan dan kesehatan dasar (P2K-LIPI, 2019), pembangunan pulau-pulau terluar (P2P, P2K, 2019), dan Otonomi Khusus P2P-LIPI). Topik lainnya sejarah dan status politik disinggung oleh kajian jejak nasionalisme Indonesia di Boven Digul (PMB-LIPI, 2013). Sedangkan topik kekerasan negara dan pelanggaran HAM hanya dilakukan oleh Tim Papua Road Map (2009).

Rise-riset di atas merupakan penelitian yang terbaru. Belum termasuk proyek data-sharing yang dilakukan oleh LIPI sebelum tahun 1998 yang terkait dengan pembangunan dan kebudayaan di Kabupaten Jayawijaya dan Biak. Untuk mendokumentasikan seluruh hasil penelitian yang dilakukan oleh LIPI dari berbagai satuan kerja, maka kedeputian IPSK akan meluncurkan website dan pangkalan data Papua LIPI.