Mengenang Kiprah Aktor Perdamaian Papua

SONY DSC

Almarhum Dr. Muridan S. Widjojo merupakan tokoh yang getol menyuarakan dialog Jakarta-Papua dan perdamaian di tanah tersebut. Kiprahnya pun sudah tidak diragukan lagi. Dia melakukan penelitian, berdialog, dan menulis tentang Papua dengan sepenuh hati.
Itulah rangkuman ungkapan dari para kolega Muridan, begitu sapaan akrab almarhum, dalam sebuah acara bertajuk Tribute to (alm.) Dr. Muridan S. Widjojo, Mengenang dan Merayakan Ulang Tahun dan diskusi Masa Depan Jakarta-Papua , Jum at (4/4) lalu, di Ruang Auditorium Utama LIPI Jakarta.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI bekerja sama dengan Jaringan Damai Papua (JDP) dan National Papua Solidarity (NAPAS). Berikut ini adalah statement dari beberapa kolega Muridan dalam acara itu:

Muridan merupakan aktor perdamaian untuk Papua. Ia memiliki kecintaan yang mendalam pada negeri tersebut, kata Ikrar Nusa Bhakti, Peneliti Senior Politik LIPI.

Muridan sangat aktif menyampaikan perdamaian Papua, konsistensinya sesuai dengan bidang yang digelutinya, tandas Hermawan Sulistyo, Peneliti Senior Politik LIPI.

M. Erwin S, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengatakan bahwa, Muridan telah menyoroti masalah kearifan lokal, contohnya bakar batu yang dianggap sakral untuk mendamaikan penduduk Papua, kini dianggap sudah tidak sakral lagi. Kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi dimobilisasi TNI. Jembatan antar pulau tidak terpenuhi karena sudah di dompleng oleh kepentingan politis. Dialog merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Dr. Pater Neles Tebay, Koordinator JDP menuturkan, Muridan pernah mengatakan masalah Papua menjadi beban politik siapapun pemimpin Indonesia. Dialog merupakan kata kunci, bukan perlu tidaknya dialog, tapi bagaimana mempersiapkan suatu dialog, menyamakan satu persepsi tentang fasilitator dan inspirator menyelesaikan beban politik Indonesia tentang masalah Papua.

Secara umum, para koleganya melihat Muridan melibatkan diri dalam upaya menciptakan perdamaian di Papua secara sukarela, tanpa paksaan dan tekanan, dengan motivasi yang luhur dan murni demi tujuan yang mulia. Ia hanya ingin agar semua orang yang hidup di tanah Papua, mengalami perdamaian. Untuk itu, masalah Papua harus diselesaikan juga secara damai, yaitu melalui dialog Jakarta-Papua. Muridan telah pergi, tetapi perjuangannya tidak akan berakhir. (dn)
Sumber : Humas LIPI